News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

Sejarah Singkat Maulid Dan Silsilah Nabi Muhammad SAW

Sejarah Singkat Maulid Dan Silsilah Nabi Muhammad SAW

Gambar islam.co
Karawang,Warta pasundan.Id
Kamis,29 Oktober 2020-12 Rabi'ul Awwal 1442

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki sejarah panjang dalam khazanah Islam. Kendati belum dilakukan di masa kenabian, hari Maulid Nabi menjadi perayaan besar yang diselenggarakan di banyak wilayah di seluruh dunia. 

Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad dilakukan dengan berbagai cara. Dilansir dari NU Online, Maulid Nabi biasanya diselenggarakan dengan membaca Manakib Nabi Muhammad dalam Kitab Maulid Barzanji, Maulid Simtud Dhurar, Diba’, Saroful Anam, Burdah, dan lain-lain.

Selepas membaca Manakib Nabi Muhammad, acaranya dilakukan dengan santap makanan bersama-sama yang disiapkan secara gotong royong. Perayaan ini dlakukan sebagai cara meneladani jalan hidup dan tuntunan yang dibawa oleh Nabi SAW. 





Poto peringatan maulid Ponpes Baabul Khoir

Moch Yunus dalam Peringatan Maulid Nabi [Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia] (2019) menuliskan bahwa jika ditarik riwayatnya, perayaan Maulid Nabi Muhammad pertama kali diinisiasi oleh khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dari dinasti Fathimiyyah di Mesir pada 341 Hijriyah. Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah pada 524 H. 

Perayaan Maulid Nabi SAW kemudian dilakukan kembali berdasarkan instruksi Salahuddin Al Ayyubi pada 1183 M (579 H), atas usul Muzaffaruddin, saudara iparnya. Di antara tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat juang umat Islam, serta mengimbangi maraknya perayaan Natal yang dilakukan umat Nasrani. 


Setahun berikutnya, pada 1184, perayaan maulid dilakukan dengan kegiatan yang amat terkenal yaitu sayembara penulisan riwayat Nabi SAW beserta puja-pujian kepada beliau. Syaikh Ja'far Al-Barzanji terpilih menjadi pemenenang dengan kitabnya yang kerap dibaca selama maulid Nabi Muhammad yaitu Kitab Barzanji.

Peringatan Maulid Nabi yang kembali dipelopori oleh Salahuddin Al-Ayyubi itu melahirkan buah positif. Semangat juang melalui teladan kisah hidup Nabi Muhammad SAW berhasil dengan baik. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 Hijriah) Yerusalem bisa direbut dari tangan bangsa Eropa, dan Masjid al-Aqsa menjadi masjid kembali setelah sebelumnya diubah menjadi gereja.
Kendati demikian, perayaan Maulid Nabi sebenarnya terus menyisakan kontroversi. 

Dalam Sejarah Peringatan Maulid Nabi (2007) yang ditulis Nashir Al Hanin menyebutkan bahwa memperingati maulid nabi adalah bid'ah atau ritual terlarang karena tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad SAW. Dengan alasan bid'ah juga, sebenarnya instruksi Salahuddin Al Ayyubi turut ditentang oleh para alim-ulama pada 1183, karena usulnya menghidupkan kembali Maulid Nabi. 

Namun Salahuddin membantah bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan untuk menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang. Apalagi, selepas disetujui Khalifah An-Nashir di Bagdad, perayaan ini kian semarak dilakukan.

Kontroversi lainnya adalah mengenai tanggal perayaannya. Penentuan tanggal kelahiran Nabi SAW pada 12 Rabi'ul Awal masih belum jelas titik temunya. Hal ini dapat ditarik ke sejarah penetapan kalender dalam Islam yang baru dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada 630-an Masehi. Sebagian menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW sebenarnya lahir pada 9 Rabiul Awal dan sebagian lainnya yakin bahwa beliau lahir pada 12 Rabiul Awal yang sekarang menjadi hari peringatan Maulid Nabi SAW. 

Dalam "Maulid Nabi Perspektif Al-Qur'an dan Sunnah" yang terbit di NU Online, Ahmad Muzakki menuliskan bahwa kendati menuai kontroversi, sebaiknya perayaan maulid nabi dipandang sebagai salah satu tradisi dari tradisi-tradisi baik untuk menyuarakan syiar Islam, bukan ritual keagamaan yang dibuat-buat. Terlebih lagi, isi dari perayaan Maulid Nabi SAW adalah ibadah-ibadah yang telah diatur dalam Alqur’an dan hadis. 

Menurut banyak ulama, jika dalam perayaan itu terdapat kebaikan dan menjauhi dosa dan hal-hal buruk, atau mendatangkan karunia besar, maka perayaan Maulid Nabi SAW dapat dipandang sebagai bid'ah hasanah dan yang melakukannya memperoleh pahala.
Semoga bermanpaat.

jika anda rela membaca tentang artis berjam2 maka buktikan bahwa anda lebih cinta nabi muhammad SAW dengan membaca tentang nabi muhammad saw.
Dan inilah biodata singkat rosululloh

BIODATA RASULULLAH S.A.W

πŸ–Œ Nama : _Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalibs bin Hashim_.

πŸ–Œ Tarikh lahir : _Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal_ bersamaan 20 April 571
Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; karena peristiwa tentara bergajah
Abrahah yang menyerang kota Ka'bah)

πŸ–Œ Tempat lahir : Di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah.
πŸ–Œ Nama bapak : Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim.
πŸ–Œ Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf.
πŸ–Œ Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapak Rasulullah SAW).
πŸ–Œ Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
πŸ–Œ Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Sa'diah (lebih dikenali Halimah As-Sa'diah, suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN

πŸ’“ _Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat_ untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN

πŸ’“ _Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia_ di Al-Abwa '
(sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapak Rasulullah SAW)
dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN

πŸ’“ _Datuknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia_.
Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Thalib.

*USIA 9 TAHUN* (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).

πŸ’“Bersama bapak saudaranya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan
perniagaan.

πŸ’“Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira
(Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang
pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa
itu.

USIA 20 TAHUN

πŸ’“Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah
14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan
berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

πŸ’“Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' perjanjian damai untuk memberi
pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

πŸ’“Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah
binti Khuwailid Al-Asadiyah.

πŸ’“Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

πŸ’“Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang bapak saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

πŸ’“Mas kawin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN

πŸ’“Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

πŸ’“Pembinaan semula Ka'bah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.

πŸ’“Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.

USIA 40 TAHUN

πŸ’“Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN

πŸ’“Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq.

πŸ’“Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN

πŸ’“Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah / 8 Juni 632 Masehi.

*ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW*

πŸ’š Khadijah Binti Khuwailid.
πŸ’š Saudah Binti Zam'ah.
πŸ’š Aisyah Binti Abu Bakar (anak Sayyidina Abu Bakar).
πŸ’š Hafsah binti 'Umar (anak Sayyidina 'Umar bin Al-Khattab).
πŸ’š Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
πŸ’š Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
πŸ’š Zainab Binti Jahsy.
πŸ’š Maimunah Binti Harith.
πŸ’š Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
πŸ’š Zainab Binti Khuzaimah (digelar 'Ummu Al-Masakin', Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW

1.πŸ’œ Qasim
2.πŸ’œ Abdullah
3.πŸ’œ Ibrahim
4.πŸ’œ Zainab
5.πŸ’œ Ruqaiyah
6.πŸ’œ Ummi Kalthum
7.πŸ’œ Fatimah Al-Zahra'

ANAK TIRI RASULULLAH SAW

πŸ’™ Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah at-Tamimi (anak kepada Sayyidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin

dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW

_IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN_
1. Thuwaibah → Hamzah
2. Abu Salamah → Abdullah bin Abdul Asad

_SAUDARA SUSUAN_
1. Halimah Al-Saidiyyah → Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Muthallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. 'Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza

BAPAK DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
( _ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTHTHALIB_)

1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah 
5. Al-Abbas 
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka'bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah 
14. Arwa 
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) *

* masuk Islam.
Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah SAW:
_"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku_
_Dan sesiapa yang mencintai aku niscaya dia bersama-samaku di dalam syurga"_
(Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

Ψ§Ω„Ω„Ω‡Ω… Ψ΅Ω„Ω‰ ΩˆΨ³Ω„Ω… ΨΉΩ„Ω‰ Ψ³ΩŠΨ―Ω†Ψ§ Ω…Ψ­Ω…Ψ― ΩˆΨΉΩ„Ω‰ Ψ’Ω„Ω‡ ΩˆΨ§Ψ΅Ψ­Ψ§Ψ¨Ω‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…

Nabi Muhammad SAW - Manusia agung

KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH

πŸ’“Begitu indahnya sifat fizikal
Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bertemu muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

_Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:_

πŸ’ž Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah saw..

πŸ’ž Aku melihat cahaya dari lidahnya.

πŸ’ž Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.

πŸ’ž Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.

πŸ’ž Rasulullah umpama matahari yang bersinar.

πŸ’ž Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.

πŸ’ž Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.

πŸ’ž Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.

πŸ’ž Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.

πŸ’ž Wajahnya seperti bulan purnama.

πŸ’ž Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.

πŸ’ž Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.

πŸ’ž Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.

πŸ’ž Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.

πŸ’ž Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.

πŸ’ž Mulut baginda sederhana luas dan cantik.

πŸ’ž Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.

πŸ’ž Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.

πŸ’žJanggutnya penuh dan tebal menawan.

πŸ’ž Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.

πŸ’ž Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.

πŸ’ž Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.

πŸ’ž Rambutnya sedikit ikal.

πŸ’ž Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.

πŸ’ž Rambutnya terbelah di tengah.

πŸ’ž Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.

πŸ’ž Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.

πŸ’ž Seimbang antara kedua bahunya.

πŸ’ž Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar
dan tersusun dgn cantik.

πŸ’ž Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.

πŸ’ž Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.

πŸ’ž Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.

πŸ’ž Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.

πŸ’ž Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.

πŸ’ž Warna putihnya lebih banyak.

πŸ’ž Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.

πŸ’ž Warna kulitnya putih tapi sehat.

πŸ’ž Kulitnya putih lagi bercahaya.

πŸ’ž Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kokoh.

πŸ’ž Badannya tidak gemuk.

πŸ’ž Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi gagah.

πŸ’ž Perutnya tidak buncit.

πŸ’ž Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

KESIMPULANNYA:
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh
sepanjang zaman.

Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

Berita ini dilansir dari NU Online dan Kiriman WAG dan penulis Abdul Hadi 28 

(Hend-11)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar