News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

Demi Karawang Yang Lebih Kondusif,Forkompimda Gelar Silaturrahmi Dengan Ulama

Demi Karawang Yang Lebih Kondusif,Forkompimda Gelar Silaturrahmi Dengan Ulama

Karawang,Wartapasundan.Id
Selasa,24 Nopember 2020 

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda)   Karawang Gelar kegiatan Silaturahmi Ulama dan Umaro dengan mengusung thema "Kebersamaan Ukhuwah Islamiyah Untuk mewujudkan Karawang Yang Lebih Kondusuif",bertempat di Pondok Pesantren Annihayah desa Sukamerta kecamatan Rawamerta kabupaten Karawang.Selasa,24 Nopember 2020.

Silaturrahmi Ulama dan Umaro dihadiri oleh Pj Bupati Karawang dr.Ir.H Yery Yanuar,Dandim Karawang Letkol inf Medi Hariyo Wibowo, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra M.Si,M.H, Sekda Karawang H.Acep Jamhuri ,Ketua Yayasan Annihayah K.H Abdul Tatang Syihabuddin,Ketua MUI Karawang Dr.K.H Tajuddin Nur,Pimpinan PonPens Karawang serta Tokoh Agama dan tokoh Masyarakat Kecamatan Rawamerta.


Pada kesempatan tersebut Ketua Yayasan Annihayah K.H.Abdul Tatang Sihabuddin mengatakan dalam sambutannya,bahwa Ia meminta maaf kepada seluruh Pimpinan Pesantren dan ormas ormas islam, yang tidak diundang mengingat masih suasana pandemi dan kita di batasi.

Lebih Lanjut K.H Tatang menginginkan dengan acara silaturahmi umaro dengan ulama ini untuk menjalin ukhuwah islamiyah dengan tujuan menjaga kondisifitas kabupaten Karawang.

"Dengan terjalinnya silaturahmi ulama dengan umaro semoga lebih mempererat tali silaturahmi antara ulama dan umaro di kabupaten Karawang sehingga akan tercipta situasi yang harmonis yang lebih baik aman dan kondusif,menjadikan karawang yamg berkah."ucapnya.

sementara itu Pjs Bupati Karawang yery yanuar mengatakan Silaturahmi ulama umaro dibangun untuk menjalin hubungan yang harmonis, komunikasi yang terjalin lebih baik, serta terbangun kebersamaan dalam membangun dan menjaga keamanan di tengah masyarakat saat menghadapi Pilkada Karawang.

"Kita sepakati bersama untuk ukuran keberhasilan suatu penyelenggaraan pemerintah daerah salah satunya adalah demokrasi yang kita lakukan di mana masyarakatnya dan pemerintahannya terjalin dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan",ucapnya.(Hend)

Imam Al-Ghazali mengibaratkan agama atau ulama dan sulthan keduanya adalah sebagai anak kembar. Agama adalah podasi, sulthan adalah penjaganya, sesuatu yang tanpa podasi akan mudah runtuh, dan sesuatu tanpa penjaga akan hilang. Keberadaan sulthan merupakan keharusan bagi ketertiban dunia, ketertiban dunia merupakan keharusan bagi ketertiban agama, dan ketertiban agama merupakan keharusan bagi tercapainya kesejahteraan akhirat. Degan demikian terdapat ikatan erat antara dunia dan agama bagi tegaknya wibawa dan kedaulatan negara melalui kepala negara yang ditaati dan yang mampu melindungi kepentingan rakyat, baik duniawi maupun ukhrawi. (Ihya Ulumuddin; Juz 1, Hal 18)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar