News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

Syaiful Huda Ingatkan Dewan Dan Kader PKB Jabar Jangan Lupa Santri Dan Kesantriannya

Syaiful Huda Ingatkan Dewan Dan Kader PKB Jabar Jangan Lupa Santri Dan Kesantriannya

BANDUNG – Wartapasundan.Id,DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat kini punya gaya baru dalam sapaan sesama kadernya, ‘Kang Ajengan', Kang Bro’ dan ‘Teh Neng' atau ‘Teh Sis'.Hal itu digagas Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jawa Barat, di GH Universal Hotel, Jl Setia Budi, Kota Bandung, Sabtu 9 Januari 2021.

Alasannya, tegas Huda,dalam membumikan misi telah dijadikan tagline PKB Jabar, yakni Peduli Umat Melayani Rakyat’, harus dimanifestasikan dalam sapaan yang akrab sesame kader.

“Inilah cara kita untuk mendekatkan diri dengan masyarakat terutama dengan para milenial. Untuk itu saya ingin semua kita ketika bertemu kita menyapa dengan sapaan ‘Kang Ajengan atau 'Kang Bro’.  Kalau perempuan ‘Teh Neng’ atau ‘Teh Sis’, dimana cocok gak?”ujar Huda.

Huda meminta keakraaban sapaan itu terus-menerus dijadikan kebiasan setiap hari, dalam konteks Peduli Umat,“kita semua harus menjadi kang ajengan di mana-mana. Kita harus urus pondok-pondok pesantren, kita harus urus masjid-masjid, surau-surau yang ada, yang kadang ditinggalkan oleh kita. Anggota dewan bahkan sering lupa kalau dirinya adalah Kang Ajengan,” ujar Huda.

Tagline peduli umat tersebut, lanjut dia, akan ditunjukkan oleh semua kader PKB dengan menunjukkan jati dirinya sebagai santri dengan sapaan Kang Ajengan, karena itulah yang disebut dengan sinergi kepemimpinan kharismatik.

“Ini cita-cita kita semuanya karena kita sebagai santri yang tergabung di PKB seluruhnya harus menjadi santri walupun dia sudah menjadi anggota dewan.Jangan malah menjadi anggota dewan malah lupa kesantriannya,” papar Huda.

Dalam konteks misi Melayani Rakyat, kita yg berposisi sebagai Dewan Tanfidz berperan sebagai 'Kang Bro' atau 'Teh Sis'.

Dorongan sinergi kepemimpinan kharismatik dengan kepemimpinan kaum muda itu, terang Huda, dipicu oleh ratusan ulama, ajengan, kiyai dan ustadz yang telah berpulang ke Rahmatullah dalam delapan bulan terakhir ini. 

“Masya Alloh, hampir delapan bulan terakhir beberapa kali Ketum (Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar) menyampaikan, hampir 319 para kyai, para ajengan, pimpinan pondok pesantren, para alim, meninggalkan kita semuanya,” terangnya. 

Karena itulah, tegas dia, PKB Jabar butuh generasi kedua atau generasi muda untuk menggantikan kepemimpinan tersebut. Dia berharap, seluruh ajengan merekomendasikan generasi kedua putra putri terbaiknya sejak saat ini untuk terlibat di PKB

“Karena ini jalan yang harus kita tempuh buntuk mengarungi masa depan politik PKB di masa yang akan datang,” tegasnya. 
Berdasarkan hasil Muswil tersebut, Syaiful Huda ditetapkan kembali sebagai Ketua DPW PKB Jabar untuk lima tahun ke depan. 
“Kami yang di tanfidz akan bekerja maksimal, mengambil inisiatif-inisiatif. Sekali lagi partai ini basisnya adalah nilai,” ujar Huda. 

Ketika partai berbasis nilai, jelas dia, artinya secara kepemimpinan harus dibangun atas kesadaran memulyakan masyarakat lahir- batin, dunia-akhirat bukan hanya urusan berebut kekuasaan semata.(red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar