News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

Terkait Bencana Banjir, HES Ingatkan PR Besar Bagi Bupati Cellica

Terkait Bencana Banjir, HES Ingatkan PR Besar Bagi Bupati Cellica


KARAWANG - Wartapasundan.id,- Ketua Komisi III DPRD Karawang H.Endang Sodikin S.Pdi,S.H,MH mengingatkan Pekerjaan Rumah (PR) penting bagi Bupati dan Wakil Bupati Karawang yang baru saja dilantik dua hari lalu.

PR penting tersebut dijelaskan ia, merupakan persoalan penting dalam mengatasi banjir di Karawang yang harus diwujudkan secara kongkrit dalam 100 hari kerja, PR tersebut dikatakan Endang perlu mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGD's).

"Semua dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi, dan pelaporan di tingkat Nasional, dan RPJMN itu yang harus menjadi acuan bagi setiap Kementerian atau lembaga kalau di pusat RPJMN 2021-2025," papar Endang kepada awak media usai membagikan sembako kepada korban banjir di Desa Karangligar, Telukjambe Barat, Karawang, Sabtu (27/2/2021).

Masih dilanjutkan Endang, untuk di daerah sendiri dalam menyusun RPJMD, rencana strategis yang akan terdokumenkan pada RKPD untuk Dinas atau SKPD harus selaras dengan RPJMN.

Lebih lanjut dijelaskan Endang, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus dilakukan dalam bentuk rumusan kebijakan atau program kegiatan dan pembiayaan yang mengacu pada indikator terukur.

"Saya berharap pemerintah daerah fokus dalam rangka segera Ekpose Visi -Misinya yg nanti akan menjadi Dokumen Perda RPJMD 2021-2025 dengan legislatif untuk menginisiasi suatu pola kolaboratif, dimana pola kolaboratif tersebut harus dibangun pemerintah daerah dengan pihak swasta dan Pemerintah Daerah bersama Provinsi & Kementrian ," paparnya.

Karena menurut Endang yang lagi Fokus pada persoalan  banjir yang melanda 12 Kecamatan dan 34 Desa di Karawang tidak bisa dikerjakan sendiri, "Pemerintah Kabupaten Karawang tidak bisa berdiri sendiri baik secara regulasi ataupun secara budgeting, karena banjir sendiri tidak hanya bersumber dari sungai yang ada di Karawang, tapi juga berasal dari daerah lain," imbuhnya.

"Biasanya di jalur timur itu masuk dari Kabupaten Purwakarta dan Subang, potensi banjir itu berasal dari sungai Ciherang dan sungai Cilamaya yang baru saja mengenangi sekitar Jatisari dan Cilamaya. Sementara dari barat air berasal dari sungai Cibeet yang berasal dari Cianjur dan Bogor," papar Endang.

Bahkan wilayah tengah sendiri, dikatakan Endang, air berasal dari Citarum yang mengalir dari wilayah Bandung kemudian  hilirnya bertemu dengan Sungai Cibeet di wilayah Bojong Kabupaten Bekasi) sehingga membanjiri wilayah Telukjambe, Karawang kota dan sebagian perbatasan Karawang-Bekasi.

Sehingga dikatakan Endang, dengan demikian persoalan banjir bukan hanya persoalan Pemerintah Daerah, tapi kata Endang, Pemerintah Daerah dalam hal ini Kepala Daerah harus bertindak proaktif menginiasasi penuntasan masalah banjir tersebut. "Saya berharap, bagaimana pemerintah daerah dalam mengatasi banjir ini segera membuat tim reaksi cepat, serta kolaboratif yang berasal dari lintas sektoral OPD. Termasuk BPBD, PUPR, PRKP, Distan, Dinsos, Bersama TNI Polri serta Provinsi, BBWS dan PJT 2." tutupnya.(Maulana)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar