News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

Hendra Beberkan Kronologis Terkait Viralnya Vidio Terobos Petugas PPKM

Hendra Beberkan Kronologis Terkait Viralnya Vidio Terobos Petugas PPKM


Photo Saat Hendra Membagikan Sembako Di Massa PPKM Darurat di Karawang 

Karawang,Wartapasundan.id
Terkait Viralnya video penerobosan PPKM darurat di Galuh Mas Karawang pada 15 Juli 2021, sekira pukul 22,30 Wib lalu, dalam video berdurasi 30 detik pria berbaju kuning mengangkat petugas, belakangan diketahui pria berkaos kuning itu atas nama Hendra, yang berpropesi sebagai pengacara, padahal ini kejadian sebebarnya, 19/07/2021.

 

"Kronologis" Saat itu Sdr hendra akan menuju pulang sehabis baksos bagi bagi sembako kepada warga masyarakat yang sedang isoman dan saat pulang ke kediamannya yang alamatnya di Seputaran Galuh Mas namun lintasan jalan menuju kediamannya tersekat penyekatan PPKM, kemudian Sdr Hendra turun dari mobilnya untuk meminta ijin dibukakan tapi tidak di ijinkan pada waktu bersamaan ada orang lain memakai mobil plat hitam T 33 DI di ijinkan melintas dengan alasan rumahnya Deket dengan penyekatan tersebut padahal saudara Hendra pun alamat rumahnya tidak jauh dari lokasi penyekatan tersebut, dan terjadilah kecekcokkan serta kesalahpahaman antara saudara Hendra dengan petugas tersebut. Semoga kejadian ini menjadi perhatian kita bersama untuk lebih bijak dalam menghadapi situasi Pandemi ini.Seharusnya penerapan PPKM di Karawang toleransi jika alasan nya tepat.

 

Hendra Supriatna SH. MH." ini penjelasannya."alasan saya menerobos penjagaan PPKM, intinya bahwa kejadian itu berawal dari adanya salah satu mobil berpalt hitam nomor polisi T 33 DI, diperbolehkan untuk masuk akhirnya saya ketika bertemu dengan petugas tersebut berusaha menjelaskan bahwa saya tinggal disana dekat dan saya mau ke rumah sakit tapi, kenyataannya saya tidak diperbolehkan akhirnya saya menerobos penyekatan, padahal saya mau menunjukan Kartu Tanda Penduduk ( KTP ). 

Tapi permasalahan ini sudah diselesaikan sudah saling minta maaf, dan intinya sudah selesai dan tidak ada masalah lagi, pungkas Hendra.


Kevin Gilbert SH. Praktisi Hukum menerangkan, Aparat yang berjaga di pos penyekatan itu bukan robot. Mereka subjek hukum yang di dalam jabatannya pada saat bertugas melekat sebuah "diskresi". Jadi tidak kaku, tapi seharusnya luwes karena situasi lagi dalam kondisi ( bahasa HTN nya itu "emergency state"). Fleksibilitas juga harus dijaga untuk mengimbangi kepentingan2 masyarakat dalam situasi yang konkret.

"Jadi seseorang yang telah berupaya untuk "berbuat baik" bagi2 sembako dalam kondisi pandemic harusnya dijadikan alat ukur dalam menjaga fleksibilitas dalam konteks "diskresi" aparat di pos penyekatan untuk tetap terjaganya distribusinya kepentingan masyarakat di kala negara sudah tidak mampu menjaga hal2 tersebut.

Harusnya "bagi2 sembako ini diutamakan" jadi fondasinya. Karena walau bagainapun PPKM tidak seharusnya menghalangai distrubusi masyrakat untuk saling membantu dalam kondisi pandemic", tuturnya 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar