News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

HUT Adhyaksa Ke -61 Kejari Karawang Beberkan Capaian Kasus Korupsi

HUT Adhyaksa Ke -61 Kejari Karawang Beberkan Capaian Kasus Korupsi

Karawang,Wartapasundan.id
Kejaksaan Negeri Karawang mengikuti peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 secara virtual, bertempat diaula kantor Kejaksaan Karawang, kamis, (22/7/2021).

Kegiatan dipimpin oleh Jaksa Agung RI Dr Burhanuddin, secara virtual diikuti oleh seluruh kejaksaan tinggi  dan kejaksaan negeri seluruh  Indonesia.

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dengan mengangkat tema "berkarya untuk bangsa' diselenggarakan secara virtual, mendengarkan sambutan Bapak Jaksa Agung. Kegiatan hanya diikuti jajaran kejaksaan negeri Karawang untuk menghindari adanya kerumunan.

Usai kegiatan, dilakukan syukuran secara sederhana. Jajaran  Kejaksaan Negeri Karawang dengan melakukan doa bersama dan kegiatan  potong tumpeng.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Hj.Rohayatie, SH.MH menuturkan, ada pesan penting dari  Jaksa Agung pada Hari Bhakti Adhyaksa ke-61,  yang meminta agar seluruh forkopimda harus bergerak untuk mengatasi penyebaran Covid-19, karena penyebaran virus covid 19 masih cukup tinggi,"tuturnya.

Pada kesempatan acara HUT Adhyaksa yang ke 61 ini Rohayatie mengungkapkan pencapain pengungkapan kasus tindak pidana korupsi selama dirinya memimpin Kejaksaan Negeri Karawang, seperti kasus pidana korupsi PDAM, kasus pidana korupsi pembelian lahan dan pengadaan barang di PJT II dan sejumlah kasus korupsi lainnya.

Selama pemberlakuan PPKM darurat kami berhasil mengungkap dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan perusahaan industri yang melanggar peraturan PPKM darurat,"ucapnya.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Rohayatie dari hasil penyelidikan telah ditetapkan diduga tersangka tipikor Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pertanian tahun anggaran 2018.

Pada tahun 2018 berdasarkan peraturan mendag Kementan RI tentang petunjuk operasional penggunaan dana alokasi khusus Lj.120.12.2017.

Dinas pertanian kabupaten Karawang telah mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pertanian 9.228.332.000.000 yang bersumber APBN.

“Dalam pelaksanaannya diduga terjadi ada pungutan liar oleh Dinas Pertanian pertanian tahun anggaran 2018,” ungkapnya saat ekspos di Aula Kejaksaan.

Rohayatie mengatakan, dari hasil pemeriksaan serta penyelidikan kepada kelompok tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P3A, dan GP3A.

Sehingga ditemukan perbuatan yang melanggar hukum sehingga mengakibatkan kerugian negara.“Dari petugas penyidik sudah mengumpulkan alat bukti yang membuat terang tindak pidana, sehingga tim penyidik menetapkan tersangka yaitu US (60) selaku penanggungjawab dalam program Damparit anggaran tahun 2018 tersebut,” ujarnya.

Rohayatie menjelaskan berdasarkan surat ketetapan tersangka Nomor 1466-F.2.26-FD.1-07-2021 tanggal 22 juli 2021. penetapan tersebut setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi yang berjumlah 160 saksi terdiri dari kelompok tani, PPL, kepala UPTD, dan dinas pertanian.

“Sehingga perbuatan tersangka melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 12 huruf e, pasal 12 ayat 1,2,3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 bagaimana yg telah di ubah si UU RI nomor 20 tahun 2021,” tandasnya.(red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar